
Oleh: Mulkan Fauzi
AHLI hipnotis terbesar era ini adalah sekotak kecil persegi, dimana setiap orang memiliki; setiap jiwa asyik âberhubunganâ dengannya tiap hari. Ya, televisi.
Ditampilkannya seonggok hiburan, berita kejadian, sampai kebohongan-kebohongan. Gambaran dunia yang terbolak-balik. Benar menjadi salah; salah menjadi benar. Fakta disembunyikan; kebohongan disebarluaskan.
Kita bak wayang-wayang dunia. Tak punya otak! Hidup diatur oleh kebohongan yang terorganisir; kebohongan yang betapa terusnya disampaikan hingga kita percaya bahwa itu adalah kebenaran.
Pikiran kita dikontrol dari jauh, mata kita disenangkan dengan tayangan tak mendidik; pendengaran kita dinyamankan dengan sihir-sihir musik. Hingga pada puncaknya, hati kita kerontang, tak nyaman dengan yang baik-baik.
Jenuh kita melihat tayangan Mamah & Aa, tapi semangat melihat Mahabharata; Bosan kita mendengar ayat suci dilantunkan, tapi semangat mendengar, âKu hamil duluan sudah tiga bulan.â
Para tentara-tentara iblis nampaknya telah sukses memperdaya. Allah swt. berfirman, âIa (iblis) berkata, âTuhanku, oleh karena Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, aku pasti akan jadikan (kejahatan) terasa indah bagi mereka di bumi, dan aku akan menyesatkan mereka semuanyaâ,â (QS. Al-Hijr [15]: 39).
Juga dalam surat lain, Allah berfirman, âKetahuilah oleh kalian, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan sesuatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megahan di antara kalian serta berbangga-banggaan dengan banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang karenanya tumbuh tanam-tanaman yang membuat kagum para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning lantas menjadi hancur. Dan di akhirat nanti ada adzab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan- Nya. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu,â (Al- Hadid [57]: 20).
Sedikit demi sedikit, akhlak khas ketimuran kita yang ramah; Senyum, salam, sapa, santun, dan sopan. Berangsur menjadi buas, gila, tak tau malu, kikir, bodoh dan arogan.
Rasulullah saw. diganti dengan Arjuna; Pahwalan Nasional diganti dengan manusia serigala. Harta dipuja; Tuhan diacuh dan biarkan. Hanya didatangi saat susah saja. Waktu yang telah Tuhan sediakan untuk kita beribadah, hanya diberikan sisanya saja.
Kaum-kaum hedonis benar-benar menguasai kita. Dibuatnya teknologi serba canggih agar kita terlena dan lupa hakikat kita tercipta. Kita tak memiliki apa dan siapapun. Sebaliknya, mereka memiliki kita. Mereka penguasa dan kita adalah budak. Dalam struktur organisasi piramida mereka, kita bertempat paling dasar. Dalam tatanan dunia baru mereka, kita hanyalah alat. Tau siapa yang paling disudutkan? Ya, Islam.
âRohis sarang teroris.â
âFPI anarkis.â
Puncaknya, âIslam adalah agama yang sadis!â
Mereka munculkan sosok ISIS, pembela islam tapi radikalis.
âIni adalah Islam,â kata mereka. Padahal mereka adalah sama wayang. Sama diatur. Sama dibuat. Sama dibentuk untuk agenda besar mereka menyambut sang mata, Dajjal antichrist.
Semoga kita terlindung dari fitnah dajjal. Terbuka mata, hati, dan pikiran, agar bisa bedakan mana kebenaran, mana buatan. []
Redaktur: Saad SaefullahSumber: http://www.islampos.com/dunia-pesanan-penguasa-151106/